Musim sungguh luar biasa mengingat persaingan yang cukup ketat

Musim 2017/2018 telah bergulir separuh jalan di ranah Eropa tak terkecuali untuk lima liga teratas benua biru tersebut yaitu Premiere league, Serie A, La liga, Eredevisie, dan Ligue 1. Empat di antara lima pimpinan klasemen sementara masing-masing liga tersebut sudah pernah merasakan kekalahan namun hal ini tidak berlaku bagi pimpinan klasemen sementara La liga yaitu FC Barcelona. Klub yang diarsiteki mantan pelatih Athletic Bilbao Ernesto Valverde tersebut menjalani musim yang luar biasa, dari 20 partai yang sudah dilakoninya Messi dkk berhasil meraih 17 menang dan 3 imbang. Hasil ini sungguh luar biasa mengingat persaingan yang cukup ketat di setiap musim selalu melibatkan duo Madrid yaitu Real Madrid dan Atletico Madrid namun apadaya dua klub tersebut masih belum menemukan konsistensi layaknya Blaugrana terutama Real Madrid. Klub asal ibukota tersebut sebenarnya memiliki materi pemain papan atas yang sudah dikenal kalibernya layaknya mega bintang mereka Cristiano Ronaldo, pemain yang merupakan ayah angkat Martunis ini juga berhasil meraih Baloon d’Or di edisi pamungkas. Sebelum musim dimulai pun Madrid sudah mendapatkan dua gelar juara terlebih dahulu masing-masing setelah mengalahkan Manchester United di ajang piala super eropa dan mengalahkan rival abadi mereka FC Barcelona di ajang piala super spanyol. Pada partai yang saya sebut terakhir ini ada kejadian yang menarik, bukan menarik karena Madrid juara namun kejadian sebelum partai berakhir yang menuai petaka bagi CR7. Ronaldo mendapat dua kartu kuning hanya dalam dua menit dan hal ini dikarenakan ia membuka baju saat selebrasi (seakan ia ingin membalas selebrasi Messi yang dilakukan di Santiago Bernabeu pada kesempatan sebelumnya) setelah ia mencetak gol yang tentu saja membuat wasit mengeluarkan kartu kuning dan satu kartu kuning lagi dikarenakan Ronaldo dianggap diving saat berusaha mendapatkan timnya hadiah tendangan pinalti. Hal ini membuat rival abadi Lionel Messi ini berang dan melakukan tindakan tak terpuji kepada wasit yang memimpin pertandingan tersebut yaitu dengan mendorongnya jatuh. Akibat hal tersebut Ronaldo sempat diperkirakan akan absen hingga 12 laga namun pada akhirnya ia hanya dikenakan empat laga dilarang bermain. Sebenarnya pada awal musim Madrid tampil bagus dengan cemerlangnya penampilan Isco dan Asensio yang seolah ingin membuktikan bahwa Madrid tetap bisa menang tanpa Ronaldo dan meskipun bintang asal Portugal tersebut mulai bermain tidak ada konsistensi di kubu Madrid. Cederanya pemain dan kurang tajamnya lini serang membuat Madrid tergelincir di sejumlah partai sedangkan Barcelona dengan jadwal yang relatif mudah di awal-awal liga masih belum menemui kendala berarti.  Berbanding terbalik dengan Real Madrid yang tidak konsisten meraih hasil positif, rival abadi mereka FC Barcelona tampil konsisten dengan meraih sejumlah hasil positif yang membuat mereka memimpin sementara klasemen dengan tak terkalahkan satu partai pun. Dengan perbedaan konsistensi ini menimbulkan selisih yang jauh di antara kedua klub tersebut dan sudah banyak juga yang memprediksi jika Barcelona yang akan mengangkat trofi La liga musim ini, malah ada mitos yang mengatakan jika pemenang dalam El Classico pertama akan merasakan manisnya gelar juara di akhir musim. Selama mereka berdua bertemu hal tersebut ada benarnya juga dan bisa juga berlaku pada musim ini karena Barcelona berhasil mengalahkan Madrid dengan skor 0-3 sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di musim ini. Dengan kepercayaan diri yang tinggi setelah mengalahkan Los Blancos dan cemerlangnya pemain debutan mereka seperti Ousmane Dembele dan Nelson Semedo Blaugrana bisa meraih hasil maksimal sampai pertandingan terakhir yang dimana Barcelona berhasil menggasak Real Betis 0-5 mereka masih tak terkalahkan dengan rekor yang saya sebut di atas. Rekor tak terkalahkan ini tak terlepas dari daya magis Messi yang telah menuymbang 19 gol dan 10 assist dalam 20 partai. Akankah Messi dkk bisa terus membawa klubnya menjadi seperti Arsenal yang tidak terkalahkan pada musim 2003/2004?, Akankah Real Madrid bisa menunjukkan konsistensinya di sisa partai musim ini dan mungkin bisa merebut gelar juara? Menarik untuk kita tunggu hasil akhirnya.