ANJANGSANA and in-depth interviews with two resource persons as

ANJANGSANA
SEBAGAI STRATEGI MELAKSANAKAN

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY  PT. AQUA

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Sigit
Purnomo

Sekolah
Tinggi Multi Media Yogyakarta

Email : [email protected]

ABSTRAK

Dewasa ini kelangsungan hidup sebuah korporat
cenderung ditentukan oleh faktor-faktor Profit,
People, Planet and Procedure (4P). Sehingga hidup matinya sebuah korporat
juga ditentukan oleh adanya hubungan baik antara korporat dengan masyarakatnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi seorang Public Relations (PR) PT.
Tirtainvestama (PT.TIV) Klaten dalam melaksanakan program Corporate Social
Responsibility (CSR) dengan melakukan Anjangsana untuk mengeliminasi atau meniandakan
tindakan demo-demo dengan berbagai persoalan masing-masing elemen
masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pandekatan
studi kasus, dimana peneliti melakukan observasi partisipasi dan wawancara
mendalam dengan dua orang nara sumber sebagai subyek penelitian. Dari hasil analisis
dapat disimpulkan bahwa masa krisis yang ditimbulkan oleh berbagai demo terkait
dengan masalah konservasi, pertanian, air bersih, dan sanitasi lingkungan,
perbaikan jalan, perijinan produksi, maupun kepentingan bisnis, dapat
diselesaikan atau setidak-tidaknya diredam dengan kegiatan Anjangsana oleh PR perusahaan. Dengan melakukan kegiatan
Anjangsana, PR dapat melakukan
komunikasi empatik dan prinsip kesetaraan dengan warga masyarakat terdampak. Sehingga
dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program-program CSR yang meliputi 6 (enam) program dari 13
(tiga belas) program  dapat terlaksana
dengan baik. Hal ini berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, bahwa
program-program CSR dari PT. TIV – Klaten sangat membantu masyarakat, baik secara
sosial, ekonomi bahkan kelestarian lingkungan alam.

Kata Kunci : Anjangsana,  PR,
CR dan PT. Tirtainvestama Aqua –
Klaten.     

ABSTRACT

Today the survival
of a corporation is likely to be determined by the factors Profit, People,
Planet and Procedure (4 P). So the life of death of a corporation is also
determined by the existence of good relationships between corporates with the
community. Therefore this study aims to know the strategy of a Public Relations
(PR) PT. Tirtainvestama (PT.TIV) Klaten implements the Corporate Social
Responsibility (CSR) program by conducting Anjangsana to eliminate or declare
action of demos with various problems of each element of society. This study
used Qualitative
metods with case study approach by conducting participant observation and in-depth
interviews with two resource persons as research subjects. From the analysis it
can be concluded that the period of crisis caused by various demos related to
conservation issues, agriculture, clean water and environmental sanitation, road
repair, production licensing, as well as business interests, can be completed
or at least muted by Anjangsana activities by corporate PR . By conducting
Anjangsana activities, PR can communicate empathically and the principle of
equality with affected communities. So from the research results can be
concluded that the programs CSR which includes 6 (six) programs of 13
(thirteen) programs can be done well. This is based on direct observation in
the field, that CSR programs from PT. TIV – Klaten is very helpful to the
society, both socially, economically and even the preservation of the natural
environment.

Keywords:
Anjangsana, PR, CSR and PT.
Tirtainvestama Aqua – Klaten.

 

PENDAHULUAN.

Latar belakang

Terjadinya pergeseran tata nilai dan pola perilaku
warga masyarakat, tentusaja rawan timbulnya konflik sosial antara peruahaan
dengan warga yang tidak kebagian kesejahteraan. Untuk itulah  Public
Relations (PR) perlu melakukan kegiatan Corporate
Social Responsibility (CSR)
untuk  menghindari konflik. Hal ini dikemukakan
pujangga Victor Hugo (Suharto, 2010:ix) bahwa CSR adalah ide yang waktunya telah datang tak terbendung lagi. Bumi
dan penghuninya centang perentang dihajar kerakusan perusahaan, kini CSR
sebagai kekuatan mengobati perusahaan.

Rupanya hal ini telah terjadi di PT. Tirta
Investama (PT. TIV) Aqua Klaten yang didemo masyarakat sekitarnya. Oleh karena
itu peneliti tertarik untuk mengetahui strategi PR dalam
upaya menyelesaikannya. Kemampuan melakukan anjangsana melalui komunikasi interpersonal dan melaksanakan program CSR kepada masyarakat merupakan salah
satu kunci menuju penyelesaian.

Pengertian dari Public Relations
Society of America (Suryadi, 2007:2) bahwa PR merupakan pihak yang membantu organisasi untuk berkomunikasi
dengan publik kunci dengan lebih efektif.  Oleh karenanya dibutuhkan komunikasi yang saling
pengertian, sebagaimana dinyatakan Jefkins (2003:10) bahwa PR adalah semua bentuk komunikasi yang terencana,
baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua
khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada
saling pengertian. Seorang PR harus melakukan strategi yang tepat,
agar komunikasi yang dilaksanakan kepada masyarakat mampu meningkatan citra/image baik organisasi. Selanjutnya menurut Smith (2005:10-11) ada beberapa langkah dalam
strategi PR, yaitu formative research, strategy, tactics, dan evaluatif research. Setelah mendapatkan fakta, menetapkan strategi yang dilaksanakan secara
taktis dan mengevaluasi kegiatannya. Selanjutnya PR melakukan komunikasi efektif, agar terbina hubungan yang baik
dengan masyarakatnya. Oleh karena itu tantangan PR adalah kemampuan melakukan hubungan baik sebagaimana dikemukakan
Jerold (Yosal, 2004:20) tentang communty
relations(CR) atau hubungan masyarakat bahwa program pengembangan komunitas
melalui berbagai upaya untuk kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas.
Jadi CR tidak profit orientad, tapi juga komunitas sekitar bahkan kemaslahatan
umat. Komunikasi dengan masyarakat dapat dilakukan dengan kegiatan kontak pribadi,
maupun media massa. Namun PR memilih komunikasi antar personal atau komunikasi
kelompok kecil  (small
group communication) secara langsung dengan warga masyarakatnya. Salah
satu kegiatan utuk melakukan kontak pribadi bagi masyarakat pedesaan, dikenal
dengan sebutan anjangana. Menurut
artikel pertanian (http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/947-metode-penyuluhan-pertanian)
anjangsana atau kegiatan
kunjungan yang
dilakukan para penyuluh pertanian yang dilakukan secara
langsung kepada sasaran, baik ke lahan usaha tani,
gardu, balai desa atau ke rumah berupa pendekatan
perorangan.  Selain itu, apabila penyuluh
melakukan kunjungan pada kelompok tani disebut pendekatan kelompok kecil. Secara substantif kegiatan anjangsana sebenarnya merupakan
kegiatan komunikasi tatap muka yang dilakukan oleh seorang komunikator kepada
seseorang atau lebih komunikan atau khalayak yang heterogen. Karena jumlah
komunikannya dapat lebih dari satu orang, maka anjangsana dapat juga
dikategorikan komunikasi kelompok (small
group communications). Biasanya dalam komunikasi kelompok kecil (small
group communication) digambarkan sebagai suatu
situasi komunikasi dimana
situasi komunikasinya
dapat diubah menjadi komunikasi antarpersonal dengan setiap komunikan. Antara komunikator dengan setiap komunikan dapat
terjadi dialog atau tanya jawab. Menurut
Effendy (2004:8) bahwa dibanding
dengan komunikasi kelompok besar, komunikasi kelompok kecil lebih bersifat
rasional.