Abstrak kata multikulturalisme adalah kebudayaan. Secara etimologis, multikulturalisme dibentuk

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya buku bacaan anak yang mampu
merepresentasikan pendidikan multikultural kepada pembaca khususnya anak-anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia: Afrika
Karya Lee Bong-Gi dan mendeskripsikan representasi pendidikan multikultural
yang terkandung dalam komik Keluarga
Super Irit Keliling Dunia: Afrika Karya Lee Bong-Gi. Metode yang digunakan
yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data pada penelitian ini berupa
deskripsi analisis nilai-nilai pendidikan multikultural yang terdapat dalam komik
Keluarga Super Irit Keliling Dunia:
Afrika. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat
nilai-nilai pendidikan multikultural di dalam komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia: Afrika Karya Lee Bong-Gi, oleh
karena itu komik ini dapat digunakan sebagai langkah untuk mengenalkan
multikultural pada anak.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Kata Kunci: Multikultural,
Pendidikan Multikultural, Literatur Anak dan Remaja, Sastra Anak

Pendahuluan

“Buku merupakan Jendela Dunia”, begitulah peribahasa mengibaratkan buku
sebagai media yang dapat membantu dalam mengenal dunia yang begitu luas, tentu
saja dengan membaca buku sebagai kuncinya. Bumi itu sangat luas, terdapat 6
benua dengan 193 negara, jutaan pulau dan miliaran manusia sehingga
menghasilkan keberagaman etnis, suku, ras, budaya bahkan agama. Keberagaman inilah
yang disebut dengan multikultural.

Akar kata multikulturalisme adalah kebudayaan. Secara etimologis,
multikulturalisme   dibentuk dari kata
multi (banyak), kultur (budaya), dan isme (aliran/paham). Secara hakiki, dalam
kata itu terkandung pengakuan akan martabat manusia yang hidup dalam
komunitasnya dengan kebudayaannya masing-masing yang unik (Mahfud, 2006). Dari pengertian tersebut
dapat disumpulkan bahwa multikulturalisme ialah suatu paham terhadap
keberagaman kebudayaan yang ada.

Keberagaman ini tentu saja tak lantas membuatnya jauh dari tantangan,
justru dengan keberagaman tersebut maka konflik menjadi rentan timbul di tengah
masyarakat. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan serta pendidikan sedari dini
untuk mengenal budaya lain sehingga timbul rasa toleransi, saling menghargai
serta terhindar dari konflik antar kelompok, etnis, suku, ras, agama dan
budaya.

Terdapat banyak cara yang dilakukan untuk mengenalkan anak terhadap
keberagaman yang ada di dunia, salah satunya melalui sastra anak. Sastra Anak
tidak hanya bertujuan untuk membuat  
pembaca anak gembira dan mengembangkan imajinasinya. Melalui sastra
anak, anak-anak pun  diharapkan dapat
belajar untuk mengetahui dan mengerti apa yang ada di sekelilingnya.(Djumala, 2017)

Sastra anak
banyak ragamnya. Untuk lebih membantu dalam merepresentasikan pendidikan
multikultural, penggunaan literatur multikultural sangat dianjurkan. Literatur
multikultural mengacu pada buku-buku perdagangan, terlepas dari genre, yang
memiliki karakter utama seseorang yang merupakan anggota microculture ras,
agama, atau bahasa. (Carol Lynch Brown & Tomlinson, 1999)

Sastra anak
banyak ragamnya, salah satunya yaitu komik. Komik berasal dari kata Comic
berarti “lucu” dalam bahasa Inggris atau K?mikos dari K?mos revel? bahasa
Yunani yang muncul sekitar abad ke 16. Scott McCloud
dalam Understanding Comic (2008: 12) mendeskripsikan komik sebagai penyusunan gambar-gambar
dalam sebuah urutan yang disengaja, dimaksudkan untuk penyampaian pesan dan
menimbulkan suatu nilai estetis pada penampilannya.

Salah satu komik
yang mampu merepresentasikan pendidikan multikultural ialah komik yang berjudul
Keluarga Super Irit karya Lee
Bong-Gi. Komik ini sebenarnya merupakan karya terjemahan yang berasal dari
Korea dengan judul aslinya yaitu Stingy
Family. Komik ini dibuat dengan berbagai macam seri dan salah satunya yaitu
Seri Mengenal Budaya Dunia. Sampai saat ini, seri tersebut telah menghasilkan 5
buah judul komik, salah satunya yaitu Keluarga
Super Irit Keliling Dunia: Afrika. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk
meneliti representasi pendidikan multikultural di dalamnya.

Berdasarkan
penjelasan tersebut, maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai
berikut: bagaimana struktur komik Keluarga
Super Irit Keliling Dunia: Afrika karya Lee Bong-Gi dan bagaimana
representasi pendidikan multikultural dalam komik tersebut? Sedangkan tujuan
dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan struktur komik pada Keluarga Super Irit Keliling Dunia: Afrika  serta mendeskripsikan representasi pendidikan
multikultural pada komik Keluarga Super
Irit Keliling Dunia: Afrika .

Sebelum mendeskripsikan
tentang representasi pendidikan multikultural dalam komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia: Afrika, maka peneliti lebih
dahulu mendeskripsikan tentang struktur komik anak. Terdapat 4 aspek dalam
Struktur komik anak, antara lain: 1) penokohan; 2)Alur; 3)tema dan moral; 4)
Gambar dan bahasa. Aspek yang pertama yaitu penokohan, meliputi tokoh-tokoh
yang terdapat dalam komik tersebut, ada yang memiliki karakter yang kuat, lucu
maupun sederhana. Aspek kedua yaitu alur yang berarti perjalanan tokoh cerita
yang telah dikreasikan sedemikian rupa sehingga tampak menarik serta mampu
memancing munculnya daya suspense dan
surperise. Aspek yang ketiga yaitu
tema dan moral yang menjadi sarana untuk menyampaikan unsur-unsur yang terkandung
dalam dalam cerita komik tersebut. Dan yang terakhir yakni aspek gambar dan
bahasa yang mencakup keseluruhan gambar dan bahasa yang digunakan dalam komik
tersebut.(N;, Widowati, Ahmed, Nurhayati, & Lathifah, 2012)

Sedangkan analisis
nilai-nilai pendidikan multikultural yang terdapat dalam komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia: Afrika maka peneliti menggunakan Ide
mengenai penyelenggaraan pendidikan yang memuat unsur-unsur multikultural dalam
UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 yang terdiri dari 22 bab dan 77 pasal. Nilai-nilai
pendidikan
multikultural yang terkandung dalam UU Sisdiknas nomor 20 tahun
2003 bab III
pasal 4 ayat 1 adalah sebagai berikut : nilai demokratis, nilai keadilan,
nilai
toleransi, nilai keagamaan, nilai kultural.

Metode
penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan
menggunakan metode deskriptif analisa. Menurut Hidayat dalam Rina Novita,
metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia,
suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas
peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah
untuk membuat deskripsi, sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.
Metode deskriptif analisis adalah metode yang dilakukan degan cara
mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Metode ini
tidak semata-mata menguraikan tetapi juga memberikan pemahaman dan penjelasan. (Novita, WS, & Nurizzati, 2012)

Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Komik yang
berjudul Keluarga Super Irit Keliling
Dunia: Afrika karya Lee Bong-Gi de ngan tebal 192 halaman. Komik ini sebenarnya
merupakan karya terjemahan yang berasal dari Korea dengan judul aslinya yaitu Stingy Family. Komik ini dibuat dengan
berbagai macam seri dan salah satunya yaitu Seri Mengenal Budaya Dunia. Sampai
saat ini, seri tersebut telah menghasilkan 5 buah judul komik, salah satunya
yaitu Keluarga Super Irit Keliling Dunia:
Afrika. Sebelum diterbitkan di Indonesia, buku ini sudah diterbitkan oleh
penerbit Jaemibooks Co., Ltd. Korea Selatan pada tahun 2011, kemudian
diterjemahkan dan diterbitkan di Penerbit Bhuana Ilmu Populer paada tahun 2017.

Pembahasan

Penelitian ini dilakukan dengan melalui 2 tahap, yaitu tahap
mendeskripsikan strukur komik dan mendeskripsikan tentang representasi
pendidikan multikultural dalam komik Keluarga
Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya Lee Bong-Gi. Berdasarkan analisis
terhadap komik Keluarga Super Irit
Keliling Dunia:Afrika Karya Lee Bong-Gi, maka diperoleh hasil bahwa komik
ini memiliki keempat aspek struktur komik.

Aspek yang pertama yaitu penokohan. Dalam komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya Lee Bong-Gi ini
terdapat 4 Tokoh Utama yaitu Na Dalleong Na Sageum, Na Bindae dan Wang Chansun
yang merupakan satu keluarga. Karakter yang kuat dalam komik ini ialah Na
Dalleong yang digambarkan sebagai anak laki-laki yang memiliki tingkah laku
yang khas dan lucu karena memiliki kebiasaan tidak bisa menahan nafsu makannya
sehingga menimbulkan masalah dimanapun ia berada. Lalu ada Na Sageum, saudara
kembar dari Dalleong yang memiliki karakter yang kuat pula karena selalu
membereskan masalah yang ditimbulkan oleh saudara kembarnya dengan cara yang
khas dan unik. Serta Na Bindae dan Wang Changsun yang merupakan orangtua kedua
anak kembar tersebut, Dalleong dan Sageum, yang memiliki karakter yang
sederhana namun tetap unik karena tingkah laku keiritannya.

Aspek kedua yaitu Alur. Dalam komik Keluarga
Super Irit Keliling Dunia: Afrika karya Lee Bong-Gi ini yaitu alur maju
dengan cara pengalihan gambar dari waktu ke waktu dan subyek ke subyek. Alur
ini diterangkan dengan jelas mulai dari awal alasan Keluarga Bindae ini
melakukan ekspedisi ke Benua Afrika hingga ke mengunjungi tempat-tempat yang
memiliki kebudayaan yang unik serta penjelasan dari budaya di setiap
tempat-tempat yang mereka kunjungi tersebut.

Aspek ketiga yakni tema dan moral. Tema yang diangkat oleh komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya
Lee Bong-Gi ialah kebudayaan dengan kategori umum yang meliputi hubungan antar
manusia, hubungan manusia dengan tuhan dan hubungan manusia dengan lingkungan
serta adat istiadat setempat. Dan aspek yang terakhir yakni Gambar dan Bahasa.
Dalam komik Keluarga Super Irit Keliling
Dunia:Afrika Karya Lee Bong-Gi, gambar yang disajikan untuk menyampaikan
isi buku yang mengangkat tema multikultural dalam mengenalkan budaya kepada
pembaca sangat mewakili tema tersebut sehinggal pesan yang akan disampaikan
tercapai dengan panel-panel gambar yang komunikatif setelah dipadukan dengan
unsur bahasa. Bahasa yang digunakan juga komunikatif dan ringan untuk dibaca
oleh anak-anak.

Setelah mendeskripsikan mengenai struktur komik, selanjutnya yaitu
mendeskripsikan representasi pendidikan multikultural dalam komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya
Lee Bong-Gi. Berdasarkan hasil analisis representasi pendidikan multikultural
di dalam komik ini antara ini antara lain nilai demokratis, nilai keadilan,
nilai keagamaan dan nilai kultural.

Pertama, Nilai demokratis yang terkandung dalam komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya
Lee Bong-Gi ini terlihat pada bagian ketika mengenalkan suku Dagon. Suku ini
mempunyai cara untuk berdemokratis dalam mengambil suatu keputusan terhadap
masalah yang ada. Sistem demokratis yang ada dalam suku ini digambarkan dalam
suatu tempat yang disebut Toguna, tempat berkumpulnya laki-laki untuk mengambil
keputusan. Jadi dalam suku ini, hanya laki-laki saja yang mempunyai hak
demokratis untuk mengambil keputusan terhadap suatu perkara.

Kedua, Nilai keadilan terkandung dalam komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya Lee Bong-Gi ini
dijelaskan saat menceritakan Presiden Mandela yang berjuang melawan apartheid.
Apartheid adalah sebuah kebijakan yang telah mendiskriminasi orang berkulit
hitam. Dijelaskan bahwa Republik Afrika Selatan telah merdeka dari Inggris pada
tahun 1962 , namun tetap saja terdapat diskriminasi yang merugikan orang
berkulit hitam, Presiden Mandela ini berjuang melawan diskriminasi tersebut dan
sebagai pengahargaannya, beliau memenangkan sebuah nobel perdamaian.

Ketiga, nilai keagamaan yang terkandung dalam komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya Lee Bong-Gi
digambarkan salah satunya dalam suku Dogan. Dalam suku tersebut, digambarkan kehidupan
spriritual dan keagamaan masyarakat suku Dogan yang menyembah dewa dan dipimpin
oleh pemandu spiritual yang disebut dengan Hogan. Selain itu, terdapat pula suatu
situs warisan dunia yaitu Masjid raya Djenne yang berada di Mali, menggambarkan
kehidupan keagamaan di Kota Mali serta Kuil Abu Simbel yang dibangun sebagai
simbol terakhir di tanah untuk Firaun Ramses.

Dan yang terakhir, nilai kultural yang terkandung dalam komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya
Lee Bong-Gi sangat banyak. Komik ini mengangkat banyak unsur budaya yang ada di
benua afrika, antara lain suku-suku yang ada di benua afrika ini, seperti suku
Masaai, suku Mulsi, suku Hilma, suku San dan suku Dulu; lalu ada unsur tradisi
yang ada di setiap suku seperti tradisi pernikahan, tradisi pemakaman, tradisi
penamaan anak, juga ada festival untuk memperingati suatu kejadian yang khas
seperti memperingati musim panas dan lain sebagainya. Selain itu dikenalkan
berbagai makanan dan simbol makanan dari benua Afrika.

Kesimpulan

“Buku merupakan Jendela Dunia”, begitulah peribahasa mengibaratkan buku
sebagai media yang dapat membantu dalam mengenal dunia yang begitu luas, tentu
saja dengan membaca buku sebagai kuncinya. Dengan buku kita dapat mengenal
berbagai pengetahuan dan budaya yang ada di dunia. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana deskripsi dari komik yang berjudul Keluarga Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya
Lee Bong-Gi baik dari struktur maupun representasi terhadap pendidikan
multikultural.

Berdasarkan hasil analisis dan kajian terhadap komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya Lee Bong-Gi, maka
dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: yang pertama yaitu keempat
karakter tokoh utama yang begitu kuat. Keempat tokoh utama maupun pendamping
sangat kuat namun sangat pas untuk menyampaikan isi dan pesan yang akan
disampaikan mengenai budaya suatu negara, khususnya di Afrika. Kedua, alur
cerita dalam komik Keluarga Super Irit
Keliling Dunia: Afrika karya Lee Bong-Gi ini mengangkat alur maju dengan
cara pengalihan gambar dari waktu ke waktu dan subyek ke subyek. Alur ini
diterangkan dengan jelas mulai dari awal alasan Keluarga Bindae ini melakukan
ekspedisi ke Benua Afrika hingga ke mengunjungi tempat-tempat yang memiliki
kebudayaan yang unik serta penjelasan dari budaya di setiap tempat-tempat yang
mereka kunjungi tersebut.

Ketiga, Tema yang diangkat oleh komik Keluarga
Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya Lee Bong-Gi ialah kebudayaan dengan
kategori umum yang meliputi hubungan antar manusia, hubungan manusia dengan
tuhan dan hubungan manusia dengan lingkungan serta adat istiadat setempat. Dan
aspek yang terakhir yakni Gambar dan Bahasa. Dalam komik Keluarga Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya Lee Bong-Gi, gambar
yang disajikan untuk menyampaikan isi buku yang mengangkat tema multikultural
dalam mengenalkan budaya kepada pembaca sangat mewakili tema tersebut sehinggal
pesan yang akan disampaikan tercapai dengan panel-panel gambar yang komunikatif
setelah dipadukan dengan unsur bahasa. Bahasa yang digunakan juga komunikatif
dan ringan untuk dibaca oleh anak-anak.

Sementara representasi pendidikan multikultural yang terdapat pada komik
ini ini antara ini antara lain nilai demokratis, nilai keadilan, nilai
keagamaan dan nilai kultural. Nilai demokratis yang terkandung yaitu Suku ini
mempunyai cara untuk berdemokratis dalam mengambil suatu keputusan terhadap
masalah yang ada. Sistem demokratis yang ada dalam suku ini digambarkan dalam
suatu tempat yang disebut Toguna, tempat berkumpulnya laki-laki untuk mengambil
keputusan. Jadi dalam suku ini, hanya laki-laki saja yang mempunyai hak
demokratis untuk mengambil keputusan terhadap suatu perkara.

Nilai keadilan dijelaskan saat menceritakan Presiden Mandela yang
berjuang melawan apartheid. Apartheid adalah sebuah kebijakan yang telah
mendiskriminasi orang berkulit hitam. Nilai keagamaan yang terkandung
digambarkan salah satunya dalam suku Dogan yang menyembah dewa dan dipimpin
oleh pemandu spiritual yang disebut dengan Hogan. Selain itu, terdapat pula
suatu situs warisan dunia yaitu Masjid raya Djenne yang berada di Mali,
menggambarkan kehidupan keagamaan di Kota Mali serta Kuil Abu Simbel yang
dibangun sebagai simbol terakhir di tanah untuk Firaun Ramses. Dan yang
terakhir, nilai kultural yang terkandung sangat banyak. Seperti pengenalan suku,
tradisi, makanan dan lainnya yang tergambar setiap harinya.

 Setelah memahami, menganalisis,
dan mengkaji Keluarga Super Irit Keliling
Dunia:Afrika Karya Lee Bong-Gi, peneliti ingin menyampaikan beberapa saran
yang terkait dengan penelitian ini antara lain:

1.     
Komik Keluarga
Super Irit Keliling Dunia:Afrika Karya Lee Bong-Gi  dapat dijadikan sebuah bacaan untu
mengenalkan multikultural kepada anak sejak dini karena bahasanya yang ringan
sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.

Orangtua dapat
mendampingi anak ketika membaca komik multikultural ini atau dapat menceritakan
kembali isi dari komik kepada anak agar mencegah kesalahpahaman atau
penyalahtafsiran terhadap budaya yang dijelaskan dalam komik ini,